Home Film Alpha, Kisah Penjinakkan Hewan Pertama oleh Manusia

Alpha, Kisah Penjinakkan Hewan Pertama oleh Manusia

2225
0
SHARE

Alpha merupakan film yang lumayan kami tunggu-tunggu di 2018. Bagaimana tidak, Sony Pictures selalu memamerkan trailer Alpha di setiap kesempatan. Sampai akhirnya di bulan September ini film tersebut benar-benar hadir di hadapan kami. Kira-kira seperti apa review film yang menceritakan kisah bagaimana manusia melakukan domestikasi pertamanya terhadap serigala.

Di Eropa Paleolitik Muda, 20.000 tahun di masa lalu, suku kecil pemburu dan pengumpul mempersiapkan ekspedisi untuk berburu makanan untuk musim dingin mendatang. Tau (Jóhannes Haukur Jóhannesson), pemimpinnya, melatih putranya yang masih remaja, Keda (Kodi Smit-McPhee) untuk menjadi pemburu. Istrinya Rho (Natassia Malthe) khawatir bahwa Keda belum siap, tetapi Tau percaya bahwa Keda telah siap dan tetap memutuskan untuk berangkat.

Para pemburu akhirnya mencapai lokasi di mana kawanan bison merumput. Di tengah kekacauan, seorang banteng menerjang Keda dan melemparkannya ke tepi jurang. Tau yang melihat anaknya jatuh mencoba untuk turun  tetapi dia dihentikan oleh anggota lain dari suku yang meyakinkannya untuk merelakan Keda. Akhirnya Tau merelakan anaknya dan melakukan ritual pemakaman, sambil dilanda kesedihan yang mendalam

Ternyata di luar dugaan Keda selamat dan berhasil menuruni jurang tersebut. Dalam satu kesempatan Keda diserang oleh segerombolan serigala. Dalam keadaan panik, Keda berhasil melukai salah satu serigala. Sang serigala yang terluka ternyata jatuh dan tidak bisa bergerak. Melihat hal tersebut Keda malah iba dan memutuskan untuk merawat sang serigala. Dari sini munculah hubungan manusia dan serigala untuk pertama kalinya.

Sebelum melanjutkan review kali ini, kamu harus paham kalau Alpha adalah kisah fiksi yang kemungkinan besar tidak sesuai dengan sejarah domestifikasi serigala ataupun anjing di dunia ini. Jadi jangan jadikan film ini sebagai referensi kalian ketika menggarap artikel sejarah domestifikasi anjing.

Alpha adalah sebuah masterpiece dalam urusan sinematografi. Kami berkali-kali harus mengejrapkan mata karena melihat segala pemandangan dan adegan yang ada di dalamnya. Semua indah layaknya wallpaper Windows XP yang legendaris tersebut. Ya, kami tidak becanda dalam urusan yang satu ini, Alpha memang ditampilkan dengan sangat indah melebihi seluruh film yang kami saksikan di 2018 ini.

Dalam urusan cerita, kamu tidak bisa berharap banyak terhadap Alpha. Tiga paragraf awal yang menggambarkan cerita Alpha, sudah mencakup 50 persen cerita yang ada di film ini. Jadi kami rasa untuk urusan cerita Alpha memang sangat tidak menonjol dan kemungkinan besar akan mudah lewat begitu saja dari ingatan kalian.

Satu hal yang paling menarik dari Alpha adalah, bagaimana film ini membuat constructed language (conlang) mereka sendiri. Conlang adalah suatu tekhnik untuk menciptakan bahasa baru dengan menggunakan bahasa yang sudah ada sebelumnya. Biasanya mereka mengubah bunyi atau mengganti kalimat, tapi tetap menggunakan pengertian atau susunan yang mirip dengan bahasa modern. Di Alpha, kata father diganti dengan ayah dalam bahasa Indonesia, jadi kamu pasti akan tersenyum mendengar Kodi Smit-McPhee berteriak-teriak memanggil ayahnya.

Pada akhirnya Alpha bisa kami ganjar dengan nilai 8/10. Terima kasih pada suguhan artistiknya. Kami rasa seharusnya Alpha bisa dikembangkan lebih dalam lagi.