Home Film Bad Times at the El Royale, Purgatorium dan Penuh Teka-teki

Bad Times at the El Royale, Purgatorium dan Penuh Teka-teki

2785
0
SHARE

Bayangkan kalau kamu berada di sebuah hotel yang unik, dengan enam orang asing lainnya. Kamu memiliki motif dan tujuan sendiri untuk menginap di hotel tersebut, begitupun dengan keenam orang lainnya. Yang jadi masalah adalah, keenam orang tersebut akan bersimpangan jalan dengan dirimu dan sebuah permainan kecil akan menentukan hidup matinya semua orang.

Bad Times at the El Royale dibuka dengan adegan para karakter yang berdatangan ke hotel El Royale. Mereka menginap di hotel tersebut dengan berbagai alasan dan tujuan.  Seymour ‘Laramie’ Sullivan (Jon Hamm) adalah seorang penjual vacuum cleaner yang menginginkan kamar honeymoon. Daniel Flynn (Jeff Bridge) adalah seorang pendeta tua yang mengaku habis mengunjungi saudaranya dan kemalaman untuk pulang. Darlene Sweet (Cynthia Erivo) adalah seorang penyanyi soul yang ingin melakukan show di Reno. Yang terakhir adalah Emily Summerspring (Dakota Johnson), seorang hippie yang kurang sopan pada tamu lainnya.

Keempatnya memilih kamar masing-masing yang dibantu oleh Miles Miller (Lewis Pullman), sang penjaga hotel El Royale yang tampaknya sendirian dalam mengerjakan semua servis yang dimiliki oleh hotel tersebut.

Setiap karakter akhirnya masuk ke kamar mereka masing-masing dan melakukan aktivitas yang bisa dibilang “aneh” untuk ukuran tamu hotel. Perlahan-lahan, motif dan tujuan mereka menginap di El Royale dibuka satu-persatu dan ternyata semua tidak sesederhana adegan pembukaan film ini. Masing-masing orang punya “dosa” dan El Royale adalah purgatorium bagi mereka semua.

Bad Times at the El Royale adalah sebuah film eksentrik yang digarap dengan sangat apik oleh Drew Goddard, bisa dibilang lebih mirip sebagai film indie dengan budget Hollywood. Secara kualitas jelas film ini memiliki segalanya, tetapi kalau kamu melihat dari sudut pandang lain, kamu akan merasakan kalau film ini menyimpan banyak rahasia yang tidak diungkap ke penonton. Yah, benar-benar seperti melihat film indie yang mencoba plot tidak lazim nan liar.

Drew Goddard seperti meletakkan sebuah template yang dipenuhi dengan warna-warna pastel ke Bad Times at the El Royale. Hasilnya film ini memiliki kesan seperti sebuah film jadul yang dibuat di tahun 60-an. Sayangnya film ini tidak menampilkan gaya sinematografi yang jenius, tetapi untungnya Seamus McGarvey berhasil menampilkan seluruh adegan yang menceritakan plot utama El Royale.

Semua artis yang terlibat di Bad Times at the El Royale mengeluarkan seluruh kemampuan mereka dalam urusan beradu akting. Kamu bisa tahu kalau setiap orang berbohong dan menyembunyikan rahasia besar hanya melalui gerak-gerik dan bahasa tubuh yang mereka keluarkan. Hebatnya lagi, ketujuh karakter seperti saling menekan tanpa mendominasi di setiap scene. Yes, mereka semua sama kuatnya ketika berada di satu layar.

El Royale menyematkan berbagai lagu populer yang hadir di tahun 60-an. Kamu bakal bernostalgia dan mungkin sedikit bergerak-gerak ketika mendengarkan “Can’t Take My Eyes Off You” dari Frankie Valli, atau “This Old Heart Of Mine” dari Isley Brothers. Bisa dibilang film ini adalah film yang paling epik untuk urusan soundtrack dan musik latar di tahun ini.

Untuk menikmati El Royale secara penuh kamu harus mengetahui berbagai pengetahuan umum tentang Amerika dan event-event yang terjadi di tahun 60-an. Banyak sekali pesan-pesan rahasia yang terselip di El Royale, termasuk hotel Cal-Neva yang menjadi inspirasi utama dari El Royale.

Bad Times at the El Royale kami beri nilai 8/10 karena berhasil menghadirkan sebuah film yang penuh dengan teka-teki tapi menyenangkan untuk diikuti. Seperti menyaksikan permainan boardgame Werewolf di dunia nyata, tapi bedanya semua orang adalah Werewolfnya.