Home Event Dengar yang Muda Volume ke-14

Dengar yang Muda Volume ke-14

46866
0
SHARE

Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono kembali menyelenggarakan talkshow #DengarYangMuda di Jakarta (12/3/2019). Berlangsung di dalam kereta Moda Raya Terpadu (MRT), talkshow dimulai sejak kereta meninggalkan stasiun Bundaran Hotel Indonesia hingga tiba di stasiun Lebak Bulus yang merupakan akhir jalur MRT dan kembali ke stasiun awal.

Kali ini, kegiatan yang telah memasuki seri ke-14 tersebut mengangkat tema #UnicornIndonesia dan menyoroti keberhasilan pemerintah mendukung perkembangan startup tanah air. “Di bawah Presiden Joko Widodo, Indonesia akhirnya berhasil memiliki unicorn atau startup dengan valuasi lebih dari US$1 milyar. Tidak hanya satu atau dua, kita telah memiliki empat unicorn,” buka Diaz yang menjadi host dari talkshow.

Menurut Diaz, tidak ada alasan bagi millennials untuk ragu-ragu dalam membangun startup mengingat besarnya dukungan yang telah diberikan oleh pemerintah. “Sebagai contoh, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggagas Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital. Selain itu, komitmen pemerintah menghadirkan akses internet ke seluruh Indonesia juga berhasil direalisasikan secara bertahap, seperti melalui program Palapa Ring dan peluncuran satelit Nusantara Satu,” lanjutnya.

Sejalan dengan Diaz, Jaka Putranto selaku Chief Executive Officer (CEO) startup HaloHola mendorong millennials untuk tidak ragu berkarya. “Begitu mendapatkan ide, kita harus langsung menyusun tim dan mencari investor; jangan terus dipikirkan saja. Kebijakan pemerintah yang pro-startup harusnya dimanfaatkan. Contoh nih, peningkatan akses internet sebenarnya dapat dibaca sebagai penambahan digital population Indonesia. Dengan kata lain, semakin luas pasar yang dapat ditembus dan semakin besar potensi pertumbuhan startup berbasis digital,” tegas Jaka.

“Dari perspektif Bukalapak sih jelas kebijakan pemerintah memperluas akses internet berkontribusi positif bagi masyarakat. Dengan internet yang semakin baik, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) minim modal dapat memasarkan produknya ke seluruh Indonesia. Singkat kata, memperluas akses internet berarti mendorong pertumbuhan sektor UMKM, termasuk startup,” timpal Rindang Prameswari selaku Head of Talent Business Partner Bukalapak.

Selain itu, kebijakan pro-startup pemerintah juga dinilai berhasil meningkatkan jumlah lapangan kerja yang tersedia, termasuk bagi millennials. “Sejak awal tahun 2017 saja, karyawan Bukalapak telah meningkat lebih dari tiga kali lipat dan ini masih terus bertambah. Menariknya, 90% dari karyawan kami merupakan millennials,” tutur Rindang.

“Kebijakan pro-startup memang menjadi salah satu faktor penting mengapa Presiden Joko Widodo berhasil memenuhi janji menyediakan 2 juta lapangan kerja pertahun. Bahkan, tidak hanya 2 juta, pemerintah pada faktanya berhasil mendorong terciptanya hingga 2,58 juta lapangan kerja baru setiap tahunnya,” ujar Diaz menutup #DengarYangMuda edisi ini.