Home Mobile GPU Turbo, Cara Huawei Menjawab Tantangan Industri Game Mobile

GPU Turbo, Cara Huawei Menjawab Tantangan Industri Game Mobile

1866
0
SHARE

Ketika turbocharger mobil menginspirasi vendor smartphone, itulah awal kelahiran GPU Turbo. Huawei merilis teknologi ini beberapa waktu lalu, bersamaan dengan update EMUI, antarmuka smartphone buatan Huawei.  

GPU Turbo adalah teknologi pemrosesan grafis yang akan mendongkrak kemampuan smartphone dalam memproses aplikasi dengan grafis intensif, seperti game, dan pada saat yang sama menghemat daya. GPU Turbo akan membuat pengguna menikmati performa game yang telah ditingkatkan, tanpa perlu meng-upgrade smartphone mereka.

GPU Turbo adalah jawaban Huawei terhadap tantangan yang ada di industri yakni GPU yang sulit memenuhi permintaan aplikasi dengan grafis intensif, seperti game dan virtual reality (VR). Pendekatan Huawei adalah mengatur ulang bagaimana grafis diproses di level sistem.

Idenya terinspirasi dari turbocharger pada sebuah mobil, yakni sebuah silinder yang akan memasok udara dalam sistem pembakaran (combustion) di mesin mobil. Turbocharger membuat kendaraan punya tenaga dorongan ekstra tanpa tambahan bahan bakar.

Lantas, bagaimana caranya GPU Turbo bekerja? Jadi, GPU Turbo dapat mengakselerasi kinerja dengan cara mengoptimalisasi cara sistem mengutilisasi sumber daya software dan hardware yang ada. Saat GPU Turbo diinstal, efisiensi pemrosesan grafis ditingkatkan sampai 60 persen, sedangkan komsumsi daya SoC secara keseluruhan dihemat sampai 30 persen. Peningkatan tadi sangat bermanfaat, sebab biasanya operasi yang membutuhkan pengolah grafis tinggi akan banyak menyedot daya baterai.

“Performa grafis sangat penting bagi smartphone, sebab perangkat ini dipakai untuk menjalankan berbagai aplikasi, khususnya game. Sebab perkembangan di industri mobile game juga sangat pesat, makin banyak pengguna yang memainkan game yang sangat membutuhkan kinerja grafis tingkat tinggi,” kata Lo Khing Seng, Deputy Country Director Huawei Device Indonesia.

Peningkatan yang terjadi ini baru akan terasa kalau pengguna memainkan game yang cukup intensif. GPU Turbo akan langsung bereaksi ketika pengguna memainkan game macam PUBG mobile dan game MOBA (multiplayer online battle arena) yang sangat popular akhir-akhir ini. Itulah yang dinikmati oleh gamer populer Tobias Julian, yang akrab dipanggil Jess No Limit, saat memainkan Mobile Legend dengan smartphone terbaru Huawei nova 3i yang sudah mendukung GPU Turbo.

Huawei nova 3i adalah smartphone stylish yang sudah dibekali pula dengan fitur uninterrupted gaming dan game acceleration untuk menikmati game yang lebih lancar dan tanpa gangguan. Ditambah kapasitas storage sebesar 128 GB, cukup luas untuk menyimpan game-game bervolume data besar macam PUBG dan Mobile Legend.

Sektor mesin nova 3i memakai chipset Kirin 710 yang menghadirkan keseimbangan antara performa dan konsumsi daya sehingga untuk bermain game tetap cepat dan stabil. Itu berkat paduan 4 x Cortex A73 ditambah 4 x Cortex A53 Big. Dibandingkan pendahulunya, Kirin 659, chipset ini sudah mengalami peningkatan performa single-core sampai 75% dan performa multi-core sampai 68%. Kirin 710 juga mengintegrasikan GPU MaliG51 untuk mendongkrak performa sampai 130% dan menggandakan penghematan daya.

Dikombinasikan lagi dengan GPU Turbo, jelas performa nova 3i tiada tanding di kelasnya. Lantas bagaimana pengalaman Jess No Limit memainkan Mobile Legend di layar nova 3i? “GPU Turbo ini terasa ok banget untuk memainkan Mobile Legend, lancar, dan baterainya pun lebih hemat,” katanya menyimpulkan.

Kehadiran GPU Turbo bak angin segar di tengah perkembangan industri mobile game Tanah Air. Dipicu oleh makin tinggi penetrasi smartphone di Indonesia, yang bakal mencapai 92 juta pada tahun depan menurut eMarketer. Saat ini, Indonesia adalah pasar smartphone terbesar ketiga di Asia Pasifik, setelah China dan India.

Menurut data, Indonesia memiliki 30,7 juta gamer aktif dan setengahnya juga bermain mobile game dengan pertumbuhan penetrasi pengguna, menurut Statista.com, yaitu sebesar 17,7 persen pada 2018. Average Revenue per User (ARPU) saat ini mencapai US$10,67 juta. Statista.com mencatat revenue di mobile game akan mencapai US$504 juta pada 2018 dengan pertumbuhan 15,8 persen year-on-year, sehingga pada 2022 volume market akan mencapai US$907 juta.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://consumer.huawei.com/id/