Home Film Hunter Killer, Upaya Memulai Perang Dunia Ketiga

Hunter Killer, Upaya Memulai Perang Dunia Ketiga

6199
0
SHARE

Saat pertama kali kami mendengar judul Hunter Killer, yang pertama kali terlintas di pikiran kami adalah Tom Clancy dengan segala novel militernya. Ternyata dugaan kami tidak seratus persen salah, karena film ini mengangkat tema militer yang merupakan adaptasi novel Firing Point karya Don Keith dan George Wallace.

Hunter Killer merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut kapal selam pemburu yang dioperasikan oleh Amerika. Dalam film ini dikisahkan kalau kapal selam Amerika kelas Los Angeles tenggelam di laut Rusia setelah mengikuti kapal selam Rusia kelas Akula selama berminggu-minggu.

Insiden ini rupanya direspon oleh John Fisk (Common) dengan mengirimkan kapal selam lainnya yang berasal dari kelas Virginia. Kapal selam tersebut dipimpin oleh Joe Glass (Gerard Butler), seorang Admiral yang cukup terkenal karena sangat jenius tapi kerap melawan atasannya.

Dalam perjalanan menuju tempat insiden, kapal selam Glass diserang oleh kapal seram Rusia. Dengan bermaksud melindungi diri, Glass akhirnya meluncurkan terpedo yang menghancurkan kapal selam Rusia. Di saat yang bersamaan, presiden Rusia Zakarin (Alexander Diachenko)  sedang berhadapan dengan sebuah kudeta terencana yang dilancarkan oleh menteri pertahanan Dmitri Durov (Mikhail Gorevoy).

Untuk mencegah perang dunia ketiga, akhirnya Fisk mengirimkan pasukan empat orang yang dalam militer Amerika kembali disebut sebagai Hunter Killer. Miri merka hanya satu, menyelamatkan Zakarin atau dunia menghadapi perang dunia ketiga.

Hunter Killer mengobati kerinduan kami akan film militer yang cukup realistis, terutama yang melibatkan kapal selam dan pertempuran di bawah air. Sejatinya kami masih menemukan berbagai keanehan di sana-sini tapi setidaknya film ini menggunakan nama-nama dan istilah sungguhan di dalamnya.

Kesan yang paling kuat saat kami menyaksikan Hunter Killer adalah, film ini terasa seperti film action militer yang populer di tahun 90-an. Lengkap dengan sosok pemimpin yang super tangguh dan pejabat militer yang sangat text book dalam menanggapi segala situasi. Hasilnya film ini menjadi film action yang sederhana dan jauh dari kata rumit.

Kami agak keberatan dengan gaya beraktir Gerard Butler yang terlihat terlalu dibuat-buat. Tapi sepertinya hal itu disengaja, mengingat sosok Joe Glass digambarkan sangat militeristik dengan pengalam segudang dan kehidupan sosial yang kacau. Sejatinya selain Michael Nyqvist, kami tidak menemukan satupun akting yang memesona di sini. Bahkan Gary Oldman tampil kurang maksimal.

Hasilnya, film ini hanya kami gambar dengan nilai 7/10. Cerita pertempuran bawah laut sangatlah epik, sayang akting para pemainnya sangatlah kurang sehingga mengurangi nilai keseluruhan film.