Home News Indonesia Masih Alami “Spam” Tertinggi di Asia Tenggara

Indonesia Masih Alami “Spam” Tertinggi di Asia Tenggara

25385
0
SHARE

Sobat Klikers pernah mendapat telepon atau sms (pesan singkat) dari nomor tak dikenal? Kalau pernah walau hanya sesekali tentu sudah cukup mengganggu. Mungkin juga banyak pesan berisi promo masuk di inbox message dan email, yang mana terkategori sebagai “spam”. Well, sebuah perusahaan jasa telekomunikasi bernama “Truecaller” menocba memindai dan menganalisis jumlah spam di negara-negara seluruh dunia. Dari data itu, Indonesia ternyata turut masuk dalam 20 negara yang mengalami dampak spam di tahun 2018.
Menurut laporan tersebut, Indonesia menempati posisi keenam belas secara global dan posisi teratas di kawasan Asia Tenggara terkait jumlah panggilan spam yang diterima. Dari tracking, 15% dari semua panggilan yang diterima pengguna Truecaller adalah panggilan spam.

Lebih lanjut, Indonesia adalah negara yang terkena dampak spam tertinggi di kawasan Asia Tenggara dengan rata-rata 9,9 panggilan per bulan diikuti oleh Malaysia dengan rata-rata 6 panggilan per bulan. Dengan pertumbuhan spam 161% di Indonesia sejak awal 2018, Truecaller menemukan basis pengguna Indonesia telah berkembang menjadi 1,3 juta.

Nah, untuk kategorisasi panggilan spam, para topspammer di Indonesia ternyata berasal dari sektor layanan keuangan dan operator dengan 81% panggilan pengguna yang diterima mencakup berbagai penawaran yang sangat mengganggu.

Lebih lanjut, spam tersebut masih terkait dengan jenis panggilan yang berbau penipuan. Hal ini juga diikuti oleh perusahaan asuransi dengan persentase 20%. Panggilan terkait penipuan dan gangguan masing-masing mengumpulkan 10% dan 9%. Panggilan spam yang telah diblokir dan diidentifikasi oleh Truecaller tahun ini mencapai 19 juta dan hal ini sangatlah mengejutkan.

Truecaller pun bisa membantu pengguna untuk tahu siapa saja yang menghubungi, menyaring panggilan dan SMS yang tidak diinginkan. Truecaller telah mengidentifikasi dan memblokir 17,7 miliar panggilan spam secara global dan telah membantu mengidentifikasi lebih dari 74,1 miliar panggilan secara umum untuk pengguna mereka. Ini berarti bahwa setiap panggilan keempat yang diterima pengguna adalah panggilan spam.

Brazil telah mengalahkan India sebagai negara dengan dampak spam tertinggi di dunia dengan peningkatan 81% dari tahun sebelumnya. Kategorisasi pemanggil yang masuk di laporan meliputi operator, penipuan, gangguan, layanan keuangan, asuransi, telemarketer, penagih utang, politik, robocall, dan e-commerce.

Berikut 20 negara dengan dampak spam tertinggi di dunia:

1. Brasil

2. India

3. Chile

4. Afrika Selatan

5. Mexico

6. Peru

7. Costa Rica

8. USA

9. Yunani

10. Spanyol

11. Italia

12. Kanada

13. Colombia

14. Turki

15. Polandia

16. Indonesia

17. Britania Raya

18. Rusia

19. Republik Dominica

20. Israel