Home Movies Flatliners, Perjalanan ke Alam Kematian yang Menyeramkan

Flatliners, Perjalanan ke Alam Kematian yang Menyeramkan

156 views
0
SHARE

Saat Courtney (Ellen Page) kehilangan adik kandungnya dia jadi terobsesi dengan alam kematian. Kuliahnya di jurusan kedokteran mengijinkan Courtney melakukan eksperimen gila bernama flatlining. Dari hasil eksperimen tersebut Courtney mendapatkan sesuatu yang sebelumnya tidak dimiliki oleh orang lain.

Flatliners sejatinya adalah sebuah film reboot yang sebelumnya muncul di tahun 1990. Film tersebut dibintangi oleh Kiefer Sutherland, Julia Roberts, Kevin Bacon, William Baldwin, dan Kimberly Scott. 

Cerita Flatliners berawal dari rasa penasaran Courtney terhadap dunia setelah kematian. Melalui sebuah riset, ia pun ingin membuktikan bahwa manusia masih bisa merasakan sensasi kematian sesaat sebelum akhirnya dibangunkan kembali atau melewati batasan tipis antara hidup dan mati.

Eksperimen yang dijalani oleh Courtney pun berhasil. Selepas dari proses kematian sesaat tersebut, Courtney berubah menjadi orang yang lebih cerdas dan berbakat. Kesuksesan Courtney pun membuat beberapa teman lainnya mengikuti langkah Courtney. Mulai dari Jamie (James Norton), Marlo (Nina Dobrev), dan Sophia (Kiersey Clemons) mencoba eksperimen flatlining. Satu-satunya orang yang tidak melakukannya hanya lah Ray (Diego Luna) yang memang paling berbakat ketimbang teman-temannya.

Eksperimen ternyata memiliki efek samping berupa bayang-bayang rasa bersalah yang berubah menjadi nyata. Bayang-bayang tersebut mengganggu mereka satu-persatu hingga mencapai ke taraf sangat berbahaya.

Secara garis besar Flatliners adalah sebuah film yang menawarkan perubahan genre di tengah-tengah film. Sayang semuanya berjalan serba tanggung dan setengah-setengah. Banyak sekali plot yang hilang begitu saja tanpa ujung yang jelas. Sebagai contoh, apa kekuatan utama orang-orang yang melakukan flatlining selain menjadi “sedikit” lebih baik ketimbang kondisi normal mereka?

Selain itu kami sedikit bertanya-tanya, mengapa film ini memiliki banyak sekali adegan pesta. Rasanya setiap setengah jam sekali kami melihat adegan pesta yang diakhiri dengan “maaf” seks. Memang di sini ada sosok Jamie yang digambarkan sangat flamboyan dan lady killer, tetapi masak iya harus digambarkan dengan pesta dan seks yang sangat cheesy.

Dari segi akting Ellen Page dan Nina Dobrev menampilkan kualitas yang semestinya, sementara aktor dan aktris yang lain menampilkan kualitas yang biasa saja bahkan cenderung kurang, terutama dalam urusan chemistry hubungan antar karakter maupun hubungan romantis mereka.

Jujur kami sedikit terhibur dengan segala istilah kedokter yang melintas sepanjang film. Setidaknya untuk urusan akting menjadi dokter atau mahasiswa kedokteran, kelimanya cukup berbakat. Kami hanya bisa memberikan nilai 6.5 untuk Flatliners, tidak seburuk yang kami duga tetapi tetap kurang kalau dibandingkan versi lamanya.

 

 

Berikan Pendapat Anda

LEAVE A REPLY