Home Movies Review Valerian and the City of a Thousand Planets

Review Valerian and the City of a Thousand Planets

299 views
0
SHARE

Diangkat dari komik fiksi ilmiah Perancis Valerian dan Laureline yang ditulis oleh Pierre Christin. Luc Besson yang pernah menggarap Lucy dan The Fifth Element, berusaha menerjemahkan komik tersebut ke layar lebar dengan judul  Valerian and the City of a Thousand Planets.

Film  Valerian  And The City Of A Thousand Planets ini akan dibintangi oleh Dane DeHaan, Cara Delevingne, Clive Owen, Rihanna, Kris Wu, John Goodman dan Ethan Hawke. Rumah produksi EuropaCorp Fundamental Films akan bekerjasama dengan distributor film EuropaCorp dan Lionsgate.

Valerian And The City Of A Thousand Planets adalah sebuah kisah di masa depan, di mana manusia sudah menggabungkan teknologinya dengan ras alien planet lain. Penggabungan teknologi ini dimulai dari ISS, kemudian ke modul milik Cina, lalu India, dan seterusnya hingga akhirnya ada alien yang berkunjung ke modul-modul tersebut demi menyatukan modul dan teknologi yang mereka miliki.

Setelah ratusan tahun lepas dari atmosfir bumi, modul tersebut membentuk sebuah koloni raksasa yang terus tumbuh bernama Alpha. Alpha memiliki agen-agen terbaiknya yang mengurusi berbagai perkara, salah satunya adalah agen Valerian dan Laurine.

Pada awalnya Valerian And The City Of A Thousand Planets menyuguhkan berbagai pemandangan yang menarik sebelum akhirnya diajak berkenalan dengan Valerian dan Laurine. Dane DeHaan dan Cara Delevingne membawakan karakter mereka dengan cara yang paling konyol. Chemistry keduanya memang terbentuk dengan apik, tetapi kesan dibuat-buatnya sanggup menonjok mata kami dengan telak.

Rasanya Besson seperti salah memilih pemeran untuk Valerian. DeHaan berakting seperti membaca text di depan mukanya. Tatapan matanya tidak hidup dan jauh dari bayangan agen Valerian yang kami kenal. Sepertinya faktor kematangan dalam berakting menjadi salah satu penyebab keganjlan ini. Semetara itu untuk Cara Delevingne aktingnya masih sedikit lebih oke walaupun sejatinya masih bisa dikembangkan lebih jauh lagi.

Selain masalah akting, Valerian and the City of a Thousand Planets juga memiliki masalah dalam urusan waktu perilisan yang sangat berdekatan dengan judul-judul raksasa seperti Spider-Man: Homecoming, War for the Planet of the Apes, Dunkirk dan banyak lagi. Hasilnya? Film ini terhimpit dan tertekan hingga akhirnya tidak cemerlang.

Diluar segala kelemahannya, Valerian and the City of a Thousand Planets sejatinya sangat memiliki kans untuk menjadi sebuah universe berkesinambungan di layar lebar. Ceritanya yang sangat kaya dan mitologinya yang berbelit-belit, menyebabkan Valerian bisa dicintai oleh para techno geek yang menyukai opera luar angkasa.

Bagi kami, Valerian adalah sebauh film yang sangat menantang karena banyaknya referensi yang harus digali untuk mengerti seratus persen dunai Valerian. Hasilnya, kami bisa menikmati cerita Valerian walaupun mengerenyit di beberapa adegan karena menyaksikan DeHaan yang berusaha menjadi Bond luar angkasa, tetapi dengan akting yang kurang menunjang.

LEAVE A REPLY