Home Film The Predator, Sebuah Sekuel yang Mengangkat Derajat Sang Pemburu

The Predator, Sebuah Sekuel yang Mengangkat Derajat Sang Pemburu

1699
0
SHARE

Sebagai sebuah cult movie, Predator tidak pernah jauh-jauh dari film dengan kategori B. Pada sekuelnya kali ini, derajat waralaba ini ditingkatkan berkali-kali lipat, hingga berubah menjadi action flick yang wajib ditonton dan dikenang sepanjang tahun. Kira-kira seperti apa review film besutan Shane Black ini? Simak reviewnya berikut ini.

Cerita The Predator dibuka dengan pemandangan bintang-bintang di luar angkasa yang mengingatkan kami akan Star Trek (yep, kami hampir saja menyenandungkan tema Star Trek karya Alexander Courage). Setelah itu adegan berganti dengan kejar-kejaran dua pesawat Predator yang ujung-ujungnya salah satu pesawat tersebut mengalami kerusakan dan mendarat darurat di Bumi.

Sayang dalam pendaratannya pesawat sang Predator menghantam tempat persembunyian Quinn McKenna (Boyd Holbrook) yang saat itu menjalankan tugasnya sebagai penembak jitu di Meksiko. Dalam insiden tersebut, McKenna menyembunyikan dua buah perlengkapan Predator dan memutuskan untuk melarikan diri dari kejaran militer Amerika.

Entah bagaimana caranya, McKenna ternyata berhasil ditangkap dan dinyatakan gila oleh angkatan darat Amerika. Dalam perjalanannya menuju rumah sakit jiwa, McKenna berkenalan dengan anggota militer lainnya. Mereka adalah Gaylord “Nebraska” William (Trevante Rhodes), Coyle (Keegan-Michael Key), Baxley (Thomas Jane), Lynch (Alfie Allen) dan Nettles (Augusto Aguilera). Mereka berlima adalah sekumpulan tentara “bermasalah” yang satu perjalanan dengan McKenna.

Ternyata perjalanan McKenna untuk masuk ke rumah sakit jiwa tidaklah mudah, karena rupanya mobil mereka berputar arah menuju sebuah markas rahasia yang meneliti para Predator sejak tahun 1987.

Yes kamu tidak salah baca, pemerintah Amerika sadar betul dengan keberadaan para Predator. Bahkan mereka membentuk sebuah badan khusus yang diberi nama Stargazer Project. Latar cerita ini membuat The Predator memiliki kedalaman cerita dan lore yang bisa ditambahi kapan saja di masa depan.

Selain cerita yang masih terhubung, para pemeran di film The Predators memiliki chemistry yang sulit ditemui di film action lainnya. McKenna dan kelima pasukan “khusus” tersebut, seperti saling kenal dari dulu. Mereka juga super kompak dan memiliki kemampuan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pada intinya semua karakter yang ada di The Predators berhasil saling mengisi satu sama lainnya, sehingga karakter mereka terasa sangat hidup.

Karena ini adalah sekuel Predator, maka jangan heran kamu menemukan berbagai adegan gore di dalamnya. Untunglah semua adegan gore tersebut terasa penuh tapi tidak berlebihan, sehingga kami bisa merasakan ketegangan saat berhadapan dengan para Predator tanpa merasa jijik dengan potongan-potongan tubuh yang bertebaran atau buyar begitu saja.

Satu hal yang patut digaris bawahi dalam The Predator adalah, film ini masih memiliki plot hole yang membingungkan. Tapi di luar kelemahan tersebut, The Predator berhasil menghadirkan hiburan yang solid yang bisa kami berikan nilai 7.4/10. Action flick dengan thriller sebagai penyedap utama dan sosok Predator yang sudah menjadi cult icon modern.